Selasa, 17 Maret 2015

METODE BERMAIN BEDEKAN

A.    Latar Belakang
Metode saya kembangkan sejak tahun 2008. Inspirasinya dari acara di salah satu TV lokal, JTV. Acaranya bernama Becak. Pada acara itu pasti ada bermain pertanyaan. Istilah jawanya adalah cangkriman atau bedekan.

Saya melihat di cara itu, semua orang bergembira. Baik tua maupun muda. Tidak memandang usia. Ternyata semua orang menyukai bedekan. Saya juga masih ingat, ketika saya sekolah di bangku SD, saya dan teman-teman sering bedekan. Itu kegiatan  yang mengasyikkan. “Kalau semua orang menyukai Bedekan, tentu akan baik kalau menjadi salah satu metode pembelajaran”,  itu pikiran saya.

Maka, mulailah saya merancang metode ini. Awalnya banyak mengalami kendala. Utamanya belum mampu melibatkan semua siswa secara aktif. Kemudian saya melakukan perbaikan. Supaya semua bisa berperan serta secara merata dan adil, maka soal saya buat sebanyak kelipatan anggota kelompok. Masalah pertama sudah terselesaikan.

Muncul lagi masalah kedua, pensekoran. Beberapa siswa protes. Mereka menyatakan bahwa tidak adil bila siswa yang menerima lemparan mendapatkan skor yang sama dengan penjawab. Akhirnya saya membuat aturan tentang pensekoran. Masalah kedua bisa teratasi.

B.     Tujuan
Saya mengembangkan metode ini dengan tujuan sebagai berikut:
1.      Siswa termotivasi belajar;
2.      Siswa belajar dengan suasana menyenangkan (fun);
3.      Siswa melatih pengetahuan yang sudah diperoleh dengan cara bekerja sama dengan temannya, saling menanya/mbedeki sehingga memperoleh penguasaan yang baik, yang akhirnya akan meningkatkan hasil belajarnya.
4.       
C.     Hal-Hal yang Perlu Disiapkan
Untuk menjalankan metode ini, guru harus menyiapkan hal-hal sebagai berikut:
1.      Membagi siswa menjadi beberapa kelompok beranggotakan 4 orang. Setiap orang menjadi pemain. Sehingga, ada empat pemain, yaitu: pemain 1, pemain 2, pemain, 3, dan pemain 4.
2.      Membuat soal dalam bentuk pilihan ganda, jumlah item pilihan 4, sebanyak kelipatan empat. Misalnya, 4, 8, 12, 14, 16, 20, dan seterusnya.
3.      Menyiapkan amplop sejumlah siswa satu kelas. Guru menulis di amplop itu: pemain 1, pemain 2, pemain 3, pemain 4.
4.      Membagi/memotong soal menjadi 4 bagian. Jumlah soal per bagian sama.
Contoh: soal sebanyak 20. Tiap bagian sebanyak 20:4 = 5 soal.
·         Bagian 1 : soal nomor 1 s.d. 5
·         Bagian 2 : soal nomor 6 s.d. 10
·         Bagian 3 : soal nomor 11 s.d. 15
·         Bagian 4 : soal nomor 16 s.d. 20
Guru memasukkan bagian/potongan soal tersebut ke dalam amplop yang sudah tersedia. Caranya:
·         Bagian 1 : soal nomor 1 s.d. 5, masuk ke amplo pemain 1
·         Bagian 2 : soal nomor 6 s.d. 10, masuk ke amplop pemain 2
·         Bagian 3 : soal nomor 11 s.d. 15, masuk ke amplop pemain 3
·         Bagian 4 : soal nomor 16 s.d. 20, masuk ke amplop pemain 4
5.      Menyiapkan lembar skor permainan.
Contoh, dengan soal sebanyak 20

LEMBAR SKOR PERMAINAN
Nama Kelompok: .........................................................              Ronde ke: ,.............
No
Nama
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Jml Skor
1
Ali





















2
Budi





















3
Cika





















4
Dian






















D.    Sintaks
Metode pembelajaran Bermain Bedekan mempunyai sintaks/langkah-langkah kegiatan pembelajaran sebagai berikut:
1.      Presentasi materi, bisa dimodifikasi pemberian tugas
2.      Bermain Bedekan
3.      Pemberian kuis/tes

E.     Cara Bermain
Sebelum mendeskripsikan cara bermain dalam metode Bermain Bedekan, kita mengenal dulu istilah-istilah yang ada.  Ada dua istilah, yaitu: (1) Ronde dan Babak; dan (2) penanya, penjawab, dan penerima lemparan. Penjelasannya sebagai berikut.
·         Ronde dan Babak
Satu ronde ada empat babak. Satu ronde terjadi apabila seluruh pemain dalam satu kelompok telah bermain. Satu babak terjadi apabila satu pemain telah menanyakan semua pertanyaan dalam amplop yang dipegangnya.
·         Penanya, penjawab, dan penerima lemparan
§  Penyanya adalah pemain yang bertugas:  1). bertanya kepada penjawab; 2) menentukan benar atau salahnya jawaban; 3) mencatat skor pada lembar skor permainan
§  Penjawab adalah pemain yang bertugas menjawab pertanyaan Penanya.
§  Penerima Lemparan adalah pemain yang bertugas menjawab pertanyaan penanya secara rebutan apabila jawaban penjawab salah.

Adapun cara bermainnya sebagai berikut:
1.      Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, beranggotakan 4 orang.
2.      Guru memberi setiap kelompok: empat amplop, betuliskan Pemain 1; Pemain 2; Pemain 3; Pemain 4, dan satu lembar skor permainan.
3.      Guru meminta setiap ketua kelompok membagikan amplop ke setiap anggota kelompok. Dan, memberikan lembar skor permainan ke pemain 1. Lalu, pemain 1 mengisi: nama kelompok, nama anggota kelompok, dan ronde 1
4.      Guru meminta siswa melakukan permainan.
·         Permainan Rode 1 (ada 4 babak)
o   Babak 1: pemain 1 sebagai penanya, pemain 2 sebagai penjawab, pemain 3 dan pemain 4 sebagai penerima lemparan.
o   Babak 2 : pemain 2 sebagai penanya, pemain 3 sebagai penjawab, pemain 4 dan pemain 1 sebagai penerima lemparan.
o   Babak 3 : pemain 3 sebagai penanya, pemain 4 sebagai penjawab, pemain 1 dan pemain 2 sebagai penerima lemparan.
o   Babak 4 : pemain 4 sebagai penanya, pemain 1 sebagai penjawab, pemain 2 dan 3 sebagi penerima lemparan.
Setiap ganti babak maka lembar skor permainan diberikan kepada pemain yang bertugas sebagai penanya.
Setiap babak berlaku aturan sebagai berikut:
§  Penanya membaca pertanyaan nomor 1 untuk penjawab. Apabila penjawab menjawab dengan benar, ia memperoleh skor 3. Penanya melanjutkan ke pertanyaan nomor 2. Apabila jawaban penjawab salah, maka penanya mempersilahkan penerima lemparan adu cepat mengacungkan tangan. Penanya mempersilahkan menjawab pada pemain yang tercepat mengacungkan tangan untuk menjawab. Apabila jawabannya benar, ia memperoleh skor 2. Apabila jawabannya salah, maka penanya mempersilahkan pemain lain menjawab. Apabila jawabannya benar, maka ia memperoleh skor 1. Apabila jawabannya salah, ia tidak memperoleh skor. Lalu, penanya membacakan soal nomor 2. Begitu terus sampai semua soal di dalam amplop habis.
§  Setelah Babak I selesai, penanya memberikan lembar skor permainan kepada Pemain 2, yang mendapatkan giliran sebagai Penanya. Selanjutnya Babak II berjalan seperti pada Babak I.
§  Begitu seterusnya sampai Babak IV berakhir.

·         Permainan Ronde 2 (ada 4 babak)
Pada ronde 2, guru meminta agar amplopnya diputar. Pemain 1 memberikan ke Pemain 2. Pemain 2 memberikan ke Pemain 3. Pemain 3 memberikan ke Pemain 4. Pemain 4 memberikan ke Pemain 1. Setelah siswa memutar amplop, guru meminta siswa bermain seperti pada ronde 1
·         Permainan Rode 3 dan seterusnya (bila masih ada waktu)

F.      Penentuan Skor Permainan
Skor 3, apabila penjawab menjawab pertanyaan dengan benar
Skor 2, apabila penerima lemparan pertama menjawab pertanyaan dengan benar

Skor 1, apabila penerima lemparan kedua menjawab pertanyaan dengan benar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar